Agenda

Debat Capres 2019

Nonton debat Capres 2019, Jum’at 18/01/209, jujur, saya lebih suka melihat penampilan Prabowo – Sandi Uno. Lebih percaya diri, lebih segar, lebih intelektual. Tapi, saat di bilik suara, semua masih memiliki peluang menang. Pertanyaannya, bisakah salah satu kubu legowo jika jagoannya kalah?

Saya sudah mengelilingi Indonesia. Saya menemukan banyak kerja nyata Jokowi sebagai PresideN RI 2014 – 2019. Saat debat capres di TV kemarin, saya deg-degan menontonnya.

Saat nonton debat capres, prediksi saya, yang milih paslon no 2 pasti ibu-ibu muda, akademisi (50-50) dan gen milenial. Sisanya milih paslon no 1. Yang menang, tentu hanya Tuhan dan Rocky Gerung yang tahu, hahahaha…

Iklan
Rumah Dunia

Hasan Aspahani : Rumah Dunia Adalah Rumahku

untuk gol a gong dan rumahdunia

KARENA kau mengajariku memaknai harkat kata lelaki
maka aku tahu bagaimana beri harga tinggi pada mimpi

Karena kau selalu mulai petualangan dengan larik puisi
maka aku sangat percaya penyair itu harus berani pergi

Karena kau menyandang ransel biru dalam perjalananmu
maka aku mengerti ada rindu yang selalu mesti terbawa

Karena anjing jantanmu dibunuh oleh musuh-musuhmu
maka aku tak takut meneriakkan kemarahan dan melawan!

Karena ada kebandelan yang harus dihabiskan di jalanan
Aku tahu, seperti kamu, aku akan pulang memeluk ibu

Aku datang padamu, dan tak pernah bisa sepenuhnya pergi
maka  Rumah Dunia, rumahmu itu, adalah juga rumahku.

 

Gempa Literasi

Apa, sih, Gempa Literasi Itu?

Setiap saya tur Gempa Literasi, banyak orang bertanya, “Kenapa mesti ‘gempa’? Tidak ‘gebyar’? Bagi saya, jika Gebyar Literasi itu sudah biasa. Tapi, jika “Gempa Literasi”, dampaknya terasa kuat. Kita tahu, “gempa” sangat menakutkan dan berdampak pada kematian serta kerusakan. Terutama jika disandingkan dengan “vulkanik” dan “tektonik”. Tapi, “gempa literasi” yang dihancurkan adalah kebodohan dan kemiskinan. Ingin bukti? Sayalah buktinya. Saya adalah orang yang mengambil manfaat dari “gempa literasi”, juga para relawan serta warga belajar di Komunitas Literasi Rumah Dunia, yang saya dan istri – Tias Tatanka, serta para sahabat bangun di Serang, Banten. Lanjutkan membaca “Apa, sih, Gempa Literasi Itu?”

Balada Si Roy

Kehilangan Itu, Jangan Pernah Menyerah

Duka adalah luka
luka karena ujung pisau
tapi aku enggan mengobati
karena luka lain bakal datang
 
Sajak ini aku tulis saat traveling – setelah bertemu orang – orang di setiap kota yang aku singgahi (1980-an), yang sekali dalam hidupnya kehilangan sesuatu yang dicintainya. 

Lanjutkan membaca “Kehilangan Itu, Jangan Pernah Menyerah”