APE Buku Cerita Bergambar Dari Dus Bekas

Kegiatan Tur Gempa Literasi Borneo saya dan Mas Gong Smash pada Kamis dan Jumat (4-5/5) adalah pelatihan membuat alat peraga edukasi (APE) berupa pictorial book dari bahan kerdus bekas untuk guru PAUD dan TK di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Dari kardus bekas ini dibuat tiga APE yaitu : Harta Karun, alat peraga mendongeng, dan Buku Cerita Bergambar. Tiga jenis APE yang dibuat dari kasdus bekas ini original karya Mas Gong. “Alat peraga edukasi ini untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan interpersonal guru PAUD dan TK dalam kemampuan berimajinasi dan kecerdasan linguistik,” kata Mas Gong. Lanjutkan membaca

Iklan

Partai Menulis Buku

Komunitas Rumah Dunia mendapat kiriman buku dari PKS. Kemudian tudingan pun berdatangan, Komunitas Rumah Dunia = PKS. Komunitas Rumah Dunia sudah berpolitik. Kemudian mereka meminta Komunitas Rumah Dunia netral dengan ancaman beberapa donatur mencabut sumbangannya. Ancaman itu terjadi, beberapa donatur hengkang. Tapi alhamdulillah, mati satu, tumbuh seribu. Hehehee, tidak apa. Maka, partai lainnya – Golkar, PDI P, PD, PPP, Gerindra, PBB, Hanura, PAN, PKB, Nasdem… ayo, nulis buku, dong. Sumbangkan bukunya ke Komunitas Rumah Dunia atau ke taman bacaan lainnya.

#haribukunasional
#gerakanliterasinasional

Sinetron Puasa

Bulan Juni 2018 ini semua TV swasta sedang siap-siap menayangkan sinetron ramadhan. Sebelum ada novel yang diproduksi jadi sinetron puasa, ini sinetron puasaku tempo dulu, tahun 2002. Sebelum sinetron puasa marak, RCTI jadi pelopor. Novelku yang berjudul “Pada-Mu Aku Bersimpuh” (Mizan) best seller hingga cetakan ke 9 diproduksi Indika Entertainment (2002) jadi sinetron puasa. Tayang di RCTI, Lativi, TPI dan TV 3 Malaysia. Bahkan MUI menyematkan sebagai cerita sinetron puasa terbaik 2002. Dari royalti sinetron inilah, aku bisa membangun pondasi awal Komunitas Rumah Dunia . Sekarang aku mencoba peruntungan baru dengan Fajar Nugros – Susanti Dewi dari Demi Istri Production mengangkat novel ” Balada SiRoy buku “Joe” ke layar lebar. Doakan, ya.

Dewan Kesenian Banten Setelah Chavchay

Era Rano Karno sebagai Plt Gubernur Banten (2013 – 2017), Dewan Kesenian Banten tidak lagi hanya milik seniman yang dekat dengan Disbudpar Banten (dan dinasti) , tapi milik semua seniman. Sangat terbalik ketika di era Atut sebagai gubernur (2003 – 2013), dimana pengurusnya main tunjuk saja. Juga kegiatan-kegiatannya tidak transparan, alias hanya diketahui oleh Allah SWT, seniman terplih dan Disbudpar Banten saja. Di era Rano Karno, saya dan Firman Venayaksa yang dekat dengan Rano Karno, diminta untuk mengurusi DKB. Jika saat itu mau, saya terima saja tawaran Rano untuk jadi Ketua DKB. Bahkan Firman pun menolak. Kami tidak memiliki sifat haus jabatan. Kami lebih mendukung geliat yang muda-muda dengan cara demokratis. Lanjutkan membaca