Berita

Labuhan Bilik, Wisata Sejarah Terpendam

Saya menemukannya tanpa sengaja. Ini potensi wisata sejarah terpendam di Labuhan Batu, Sumatra Utara. Suhari Hammad Pane dan keluarga mengajak saya dan keluarga yang sedang tur gempa literasi Generasi Jaguar di Sumatra, untuk mengisi hari Minggu, 29/7/2017 dengan mengunjungi Labuhan Bilik. Perjalan dari Rantau Prapat ke dermaga Tanjung Sarang Elang , sekitar 65 km, memakan waktu 2 jam. Jalan kecil untuk dua mobil berlawanan arah ke Riau, menembus perkebunan kelapa sawit dan karet. Melewati satu kecamatan bernama “Negeri Lama”, seolah sedang memasuki masa lalu seperti di film-film. Perjalanan yang memiliki nilai petualangan setelah tiga minggu memberikan pelatihan literasi mulai dari Bakauhuni hingga Rantau Prapat.

 

Di dermaga sekitar pukul 16:00. Perahu kayu yang mengangkut motor dan warga setempat yang hendak menyeberang ke kampung Bilik, sudah berangkat melawan arus. Kewedanaan Labuhan Bilik ini berada di seberang. Penyeberangan ini persis dipertemuan muara Sungai Barumun yang berhulu di Tapanuli Selatan dan sungai Bilah. Sore ini air laut pasang.

Sekitar 10 menit kemudian, perahu berikutnya menyeberang. Biaya Rp 5000/orang. Kalau motor Rp 14.000,- Keempat anak kami dan Suhari sangat antusias. Terutama ini pengalaman baru bagi anak-anak kami, terutama Gabriel Gee. Kalau Natasha Azka Harris , Jordy Alghifari dan Nabila Nurkhalishah sudah merasakannya di sungai Musi, Palembang dan Barito di Banjarmasin.

Sepuluh menit berikutnya, perahu bersandar. Para supir becak motor dan kuli angkut menyerbu. Beberapa orang mengenali Suhari.

Saya memerhatikan bangunan-bangunan yang membelakangi sungai. Hmmm, sungai jadi halaman belakang. Di beberapa kota di K alimantan seperti Pontianak, Banjarmasin, Berau, Tabalong, dan Samarinda memberlakukan sungai sebagai teras depan, yang harus dijaga dengan mempercantiknya.

Ini kota mati. Pertokoan China jadi sarang wallet. Kumuh. Tapi ketika saya diajak “city tour” dengan motor oleh pemilik warung, saya menemukan potensi wisata sejarah yang hebat.

Banyak rumah tua di Kewedanaan Labuhan Bilik ini. Pertemuan muara Sungai Barumun dan sungai Bilah saja sudah sangat menarik. Perahu-perahu sebagai alat transportasi Ini jika Dirias dan diatur rutenya sambil ngopi di atap kapal, jadi petualangan wisata sungai.

Saya dibawa ke sekolah China yang jadi rumah tinggal seorang nenek dan dua klenteng yang terbengkalai. Lalu mesjid kuno sedang direnovasi dan Makam Mahmoud Kelana. Ini sudah jadi daya tarik pertama.

Kemudian saya tercengang ketika berdiri di sebuah “kota lama “. Di sinilah Kewedanaan Labuhan Bilik. Alun-alun sebagai civic center, banyak warga berolahraga . Ada penjara, siapa yang pernah dipenjara di sini . Kantor wedana berubah jadi damkar, siapa pula wedana pertama? Rumah sakit yang masih aktif lagi Puskesmas. Rumah dinas Danres, rumah wedana jadi rumah camat, dan Polres.

Saya makin kaget ketika berdiri di pelabuhan penyeberangan ke Port Klang, Malaysia yang tinggal puing. Kabarnya dulu banyak penyelundup di sini. Ada dock kapal seperti di Kuching, Serawak. Dan kantor pos. Semuanya bangunan Belanda dan sudah jadi benda cagar budaya. Misalnya di areal pelabuhan ini, gedung bea Cukai bisa dijadikan museum.

Paling menakjubkan, saya melihat para ibu sedang mencuci di sumur bor, persis di samping kanan penjara, jadi pembatas dengan rumah sakit. Airnya keluar dan hangat sejak zaman Belanda. Tidak pernah berhenti. Ini keajaiban. Saya membasuh muka untuk membuktikannya. Dulu ini tempat mandi para napi.

Sore, kami kembali menyeberang. Jika langit cerah, kita bisa menikmati senja.

#wisataliterasi
#wisatasejarah
#tursumatra
#gempaliterasi
#GenerasiJaguar
#gerakanliterasinasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s