Puisi

Kita Pura-pura

“Kita pura-pura bermimpi kehidupan dimulai saat biji kopi ditanam. Kita pura-pura tak merasa perlu menyiraminya. Kita pura-pura tahu langit mengatur semuanya. Kita pura-pura berdiri di Sabang dan berakhir di Merauke menghitung nasib. Kita pura-pura memanennya dengan gembira. Kita pura-pura bersahabat dengan empat penjuru mata angin. Kita pura-pura merasakan kopi itu manis sekali. Kita pura-pura menyampurnya dengan gula. Kita pura-pura tidak terkena diabetes. Kita pura-pura jadi tengkulak. Kita pura-pura tak punya kebun kopi. Kita pura-pura miskin. Kita pura-pura.”

*) Puisi “Kita Pura-pura” ini terkumpul di buku puisi “Air Mata Kopi” (Gramedia, 2014) karya Gol A Gong. Ditulis di Hotel Pum, Sabang, Pulau Weh, 3 Mei 2013. Buku puisi ini masuk 10 besar Hari Puisi Indonesia 2014. Kemudia dimusikalisasikan oleh Mukti Mukti di https://www.youtube.com/watch?v=JwYBLinnkL4

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s