(2) Antara Balada Si Roy dan Skripsi

Selepas KKN di Leles, Garut (1984), saya betul-betul tidak berminat lagi meneruskan kuliah di Fakultas Sastra UNPAD. Melihat nilai-nilai yang jeblok dan harus mengulang banyak, kemudian saya meminta maaf kepada Bapak dan Emak, karena lebih banyak keluyuran daripada kuliah. Saya lebih menyukai nongkrong di Cikapundung, membeli buku-buku bekas, tentu perpustakaan umumnya, menikmati Braga Stones, berama-lama di Jalan Naripan (studio musik YESS) dan Suara Kenari (jalan ABC). Bandung saya jelajahi karena saya sedang menyiapkan sebuah novel.

Lanjutkan membaca

Iklan

Doakan Film Balada Si Roy Box Office

Terima kasilh, Sahabat Balada SiRoy , yang selalu mendukung. Tiga puluh tahun kita bersama-sama melewati banyak rintangan, mulai dari 8 Maret 1988 hingga 2018. Tidak lama lagi, Awal Oktober 2018, akan diumumkan pemenang lombacover “Balada Si Roy : Joe” oleh Gramedia Pustaka Utama. Setelah itu, novelnya terbit di November 2018. Dan Fajar Nugros – Susanti Dewi dari Demi Istri Production memproduksinya jadi film Januari 2019 nanti. Doakan box office, karena perjuangan iqra dan qalam kita di Komunitas Rumah Dunia . Idealisme butuh ongkos.

(1) Proses Menulis “Balada Si Roy”: Bermula Dari Membaca Novel Sastra

Saya akan memulai menulis proses kreatif sepuluh jilid novel Balada SiRoy di akun FB saya ini. Secara bertahap. Ini bagian dari “upacara ritual” saya menyambut Balada SiRoy edisi cetak ulang (Gramedia November 2018) dan tentu film layar lebarnya (DemiIstri Production 2019). Semoga bemanfaat. Insya Allah. Terutama bagi para (calon) penulis.

Lanjutkan membaca

Penulis Skenario Balada Si Roy

Senang sekali mendengar kabar dari @fajarnugrs – @susantidewi dan @demi_istri , bahwa yang menulis skenario film “Balada Si Roy  : Joe” adalah Salman Aristo dari @wahana.kreator . Apalagi @skalamata alias Hasan Aspahani sebagai tim pengembangan cerita atau story developmentnya.

Tunggu juga buku “Balada Si Roy : Joe” edisi revisi 2018, diterbitkan Gramedia Pustaka Utama @bukugpu . Detail setting lokasi di Banten dan setting waktu; Petrus, Tragedi Tanjung Priuk, dan kisah asmara remaja 80-an.

Pada 1988, karena halaman di majalah HAI terbatas dan rezim orba represif, saya menulisnya dengan hati-hati. Saat merevisi pada Juni – Juli 2018, saya menguatkan dialog antar tokoh, setting waktu dan lokasi. Tunggu terbitnya, ya

#salamehem
#baladasiroy
#baladasiroythemovie
#comingsoon2019
#demiistriproduction
#golagong
#remaja80an