Essay

Mari Kita Menyanyikan Lagu “Indonesia Raya”, Ambil Suara…

Jika kamu ingin menanyakan, apa maknanya menyanyikan lagu Indonesia Raya? Tanyakan kepada para atlit yang menyabet medali emas di sebuah Pesta Akbar Olahraga. Para atlit itu akan menangis, ketika bendera merah putih dikerek lebih tinggi dari bendera negara orang berbarengan dengan lagu Indonesia Raya. Apa yang mereka rasakan saat berdiri paling tinggi di podium bernomor 1, sementara 2 negara lainnya berdiri lebih rendah di samping kiri-kanannya? Teman-teman harus mencari dan menemukan momentnya sendiri, tidak bisa disamakan. Dan maknanya akan berlipat-lipat ketika itu kita raih di negara orang. Lanjutkan membaca “Mari Kita Menyanyikan Lagu “Indonesia Raya”, Ambil Suara…”

Iklan
Essay

Petilasan Prabu Siliwangi dan Gol A Gong

Oleh Kang Zeze Guru

Pada hari pertama di Kuningan, Rabu 21 November 2018, Mas Gol A Gong meminta kepada saya diantar ke Cibulan; ingin melihat ikan dewa, jelmaan prajurit Padjadjaran dan petilasan Prabu Siliwangi. Lanjutkan membaca “Petilasan Prabu Siliwangi dan Gol A Gong”

Essay

Guru Garis Depan di Manokwari

Ketika lulus SMA, saya ingin sekali jadi pekerja sosial. Mendaftar ke STKS di Bandung, dua kali gagal terus. Kata Dinas Sosial di Bandung saat itu (1982-an), “Kamu ini cacat, malah mau ngurusin orang normal. Kamu yang harusnya diurusi negara!” Hmmm… Akhirnya saya terdampar di Fakultas Sastra UNPAD Bandung . Eh, berlabuh juga sebagai relawan di Komunitas Rumah Dunia.   yang gencar menggelorakan semangat “literasi untuk hidup lebih baik”. Saya dengan “Gempa Literasi”, bisa keliling dunia. Seperti pada 2 – 5/11/218, saya bisa ke Manokwari, menyulut “gempa literasi” bersama Noken Pustaka dari Pustaka Bergerak dan Guru Garis Depan. Lanjutkan membaca “Guru Garis Depan di Manokwari”

Essay

Koran Pagi di Singapura

Terdengar suara Adzan subuh yang merdu Dari Mesjid Sultan. Kalau di negeriku, adzan subuh bisa jadi masalah, bahkan pernah saling bunuh-bunuhan. Ah, lupakan masalah itu! Aku bergegas mengambil sikat gigi dan odol. Tidak mandi lagi, karena sudah tadi malam. Aku paling suka sholat subuh di sini. Itu sebabnya aku selalu menginap di Adamsonn Inn setiap ke Singapura, yang persis di depan mesjid Sultan. Lanjutkan membaca “Koran Pagi di Singapura”