Film

Selamat Hari Film Nasional

Gol A Gong
M E N G U C A P K A N
SELAMAT HARI FILM NASIONAL
30 MARET 2019

Semoga lahir film-film Indonesia berkualitas dan menghibur.juga.

Semoga film Balada Si Roy bisa masuk daftar box office

#filmbaladasiroy
#filmnasional
#filmindonesia

Iklan
Film

Susanti Dewi dan Helvy Tiasa Rossa, Dua Produser Masa Depan

Susanti Dewi dengan film “Terbang” yang mengusung issue China (bukan agama) sebagai minoritas, Helvy Tiana Rossa dengan “212” yang terang benderang mengusung Islam sebagai mayoritas. Keduanya mendapatkan perlakuan diskriminatif dengan kualitas dan kuantitas yang berbeda. Film “Terbang” kualitas sinematografinya lebih bagus dari “212”, tapi pihak mayoritas tidak berpihak untuk menonton. Sebaliknya, film “212” didukung mayoritas, hingga hari ini mendekati 400 ribu penonton, sementara “Terbang” belum menembus 300 ribu penonton.
Lanjutkan membaca “Susanti Dewi dan Helvy Tiasa Rossa, Dua Produser Masa Depan”

Film

Sinetron Puasa

Bulan Juni 2018 ini semua TV swasta sedang siap-siap menayangkan sinetron ramadhan. Sebelum ada novel yang diproduksi jadi sinetron puasa, ini sinetron puasaku tempo dulu, tahun 2002. Sebelum sinetron puasa marak, RCTI jadi pelopor. Novelku yang berjudul “Pada-Mu Aku Bersimpuh” (Mizan) best seller hingga cetakan ke 9 diproduksi Indika Entertainment (2002) jadi sinetron puasa. Tayang di RCTI, Lativi, TPI dan TV 3 Malaysia. Bahkan MUI menyematkan sebagai cerita sinetron puasa terbaik 2002. Dari royalti sinetron inilah, aku bisa membangun pondasi awal Komunitas Rumah Dunia . Sekarang aku mencoba peruntungan baru dengan Fajar Nugros – Susanti Dewi dari Demi Istri Production mengangkat novel ” Balada SiRoy buku “Joe” ke layar lebar. Doakan, ya.

Film

Film Documenter “Tirtayasa”

Bangga sekali diundang nonton pemutaran perdana film dokumenter “Tirtayasa (The Sultan of Banten)” karya Darwin Mahesa dan Kremov Pictures, Selasa 21 November 2017 di 21 Cinema, Cilegon. Apalagi skenarionya ditulis Ade Ubaidil, relawan Rumah Dunia . Semoga Darwin cs tetap diberi kesehatan dan kekuatan, agar terus berkarya. Biasanya setelah kita jungkir balik bikin film, lelah segala-galanya, setelah selesai dan tayang, harus tabah dengan orang-orang yang senang mencaci maki. Maka setelah usai memproduksi film, sebaiknya berdiskusi dengan sesama orang yang pernah membuat film. Jadi, caci-maki dari penonton adalah bonus untuk terus berkarya lagi. Lanjutkan membaca “Film Documenter “Tirtayasa””