APE Buku Cerita Bergambar Dari Dus Bekas

Kegiatan Tur Gempa Literasi Borneo saya dan Mas Gong Smash pada Kamis dan Jumat (4-5/5) adalah pelatihan membuat alat peraga edukasi (APE) berupa pictorial book dari bahan kerdus bekas untuk guru PAUD dan TK di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Dari kardus bekas ini dibuat tiga APE yaitu : Harta Karun, alat peraga mendongeng, dan Buku Cerita Bergambar. Tiga jenis APE yang dibuat dari kasdus bekas ini original karya Mas Gong. “Alat peraga edukasi ini untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan interpersonal guru PAUD dan TK dalam kemampuan berimajinasi dan kecerdasan linguistik,” kata Mas Gong. Lanjutkan membaca

Iklan

Partai Menulis Buku

Komunitas Rumah Dunia mendapat kiriman buku dari PKS. Kemudian tudingan pun berdatangan, Komunitas Rumah Dunia = PKS. Komunitas Rumah Dunia sudah berpolitik. Kemudian mereka meminta Komunitas Rumah Dunia netral dengan ancaman beberapa donatur mencabut sumbangannya. Ancaman itu terjadi, beberapa donatur hengkang. Tapi alhamdulillah, mati satu, tumbuh seribu. Hehehee, tidak apa. Maka, partai lainnya – Golkar, PDI P, PD, PPP, Gerindra, PBB, Hanura, PAN, PKB, Nasdem… ayo, nulis buku, dong. Sumbangkan bukunya ke Komunitas Rumah Dunia atau ke taman bacaan lainnya.

#haribukunasional
#gerakanliterasinasional

Stasiun SMKN 1 Bekasi, Luar Biasa

Mendengar “stasiun” tentu yang ada di pikiran kita : kereta api. Tapi “Stasiun” yang ini adalah hajatan “Seribu Satu Inspirasi Untuk Negeri” ala SMKN 1 Bekasi. Tentu saja ini menarik. Terutama bagi saya, yang diundang sebagai nara sumber. Saya senang sekali di akhir minggu ini, karena Organisasi Perpustakaan Sekolah SMKN 1 Bekasi membuat weekend jadi bermakna. Para pelajarnya yang dinamis menghidangkan diskusi literasi, Sabtu 7/4/2018, untuk sekitar 250-an peserta. Ini diskusi ala gempa literasi. Lanjutkan membaca

Gempa Literasi Borneo di Bulan April 2018

Traveling bagi saya seperti penyakit kronis. Itu sudah menjangkiti saya di usia SMP (1978). Saya bersepeda mengitari Banten. Ketika istilah “backpacker” belum dikenal, saya sudah melakukannya pada 1981, berliften atau nebeng truk dan pick up, naik kereta gerbong dari Serang ke Bali. Kemudian 1985 – 87 mengelilingi Indonesia, juga naik truk,kereta dan tidur di terminal, stasiun pantai, hutan, pos satpam, masjis, pos rondfa, semaunya. Kemudian kliling Asia pada 1988-90. Dengan cara seperti itu, saya bisa mendapatkan banyak ide untuk menulis novel. Balada Si Roy adalah novel yang saya dedikasikan untuk kehidupan, karena perlu 12 tahun menggarapnya (1982 – 1994). Kini novel itu akan difilmkan Fajar Nugros – Susanti Dewi dari Demi Istri Production. Lanjutkan membaca