Kritik

Banyak orang yang bertanya, “Kamu tidak takut, Gong? Status-statusmu itu keras!”¬†Saya menjawab, tentu takut. Tapi kita tidak boleh diam. Sebetulnya banyak status yang lebih keras bahkan ada yang diluar batas. Saya mengkritik kinerja para pemimpin di Banten sejak Provinsi Banten belum dibentuk. Dan dari dulu yang saya suarakan adalah kebenaran saya sebagai rakyat. Lanjutkan membaca

Iklan

“KTP dan 1000 Perpustakaan” ala Wahidin – Andika di Banten

Walaupun Wahidin-Andika menang dengan cara menggelikan di Pilgub Banten 2017, bagi saya tetap harus dihormati. Itu pesta demokrasi. Segala cara dihalalkan. Setidaknya, saya jadi tahu kualitas wong Banten jika sudah berurusan dengan kekuasaan (dan perut). Ujung-ujungnya agama dinomorduakan. Tapi saya tetap mendoakan Wahidin-Andika agar amanah, tidak mementingkan golongan, kelompok dan keluarganya saja. Semoga mereka memikirkan masyarakat Banten secara luas. Termasuk saya dan kawan-kawan, warga Banten, yang berkegiatan di literasi. Lanjutkan membaca

Jokowi dan Prabowo

Saya punya dua sahabat. Keduanya baik. Mereka berbeda pilihan. Satu ke Jokowi, satu ke Prabowo. Yang saya sukai dari mereka, keduanya tidak pernah mencaci-maki Jokowi mau pun Prabowo. Kata mereka, “Jokowi dan Prabowo, bahkan KH Mar’uf Amin dan Sandiaga Uno adalah orang-orang pilihan. Mereka menyediakan dirinya untuk dicaci-maki, dihina, bahkan ketika saat mereka melakukan kebaikan.” Lanjutkan membaca

Standing Ovation Untuk Para Peraih Medali Emas Asian Games 2018

Setiap menonton pengalungan medaliemas Asian Games 2018, hati saya berdebar-debar. Kedua mata saya berkaca-kaca. Terutama di cabor badminton. Saya terkenang peristiwa 30 tahun lampau.

Tahun 1988. Ada Fespic Games, pesta olahraga cacat se Asia Pacific, di Solo. Sepulang keliling Indonesia (1985-87), sambil menulis novel Balada Si Roy, saya berlatih keras di cabor badminton. Setiap pagi dan siang (saat terik) berlatih phisik. Lari-lari menyusuri persawahan, naik-turun bukit. Kalau di Bandung, saya lari dari Cikutra, Sadang Serang, Dago Pakar, hingga Maribaya.

Lanjutkan membaca