Politik versi Orakadut

Orakadut si gila dari kota golokali bersabda kepada keledainya di alun-alun kota, “Politik di Indonesia dimulai dari masyarakatnya. Sekarang masih di tahap transaksional dan menganganggap politik sebagai pekerjaan, bukan pengabdian. Akibatnya semua dinilai dengan uang, bukan kapasitas dan kompetensinya. ”

#politikus
#poli
#tikus
#pilkadut
#pilkb

Iklan

Tamparan Buat Banten

Sebetulnya, terlepas dari figur Jokowi yang baik dan strategi poltik timsesnya, penunjukkan KH Mar’uf Amien itu tamparan buat Banten. Kita tahu, dulu KH Maruf sebagai Ketua MUI yang mengeluarkan fatwa terkait “kasus Ahok”. Kita sedang ditunjukkan, bahwa Banten sebetulnya pelaku politik identitas. Secara pribadi, saya menghormati Jokowi dan KH Mar’uf Amin. Mereka orang-orang pilihan. Mereka mengorbankan dirinya untuk keselamatan Indonesia.

Saat Pilgub Banten 2017, kita tahu, bagaimana Rano – Embay diserang dengan kampanye hitam oleh “timses” Wahidin-Andika sebagai “kristenisasi”, “komunis”, “PKI”, “kafir”. Bahkan Wahidin memanfaatkan “trauma komunis” ini. Jika kubu Rano-Embay focus ke pemberantasan KKN, kubu Wahidin-Andika ke komunisme dan kafirisme. Lanjutkan membaca

Dicari Tubagus dan Ratu Asli

“Selama para Tubagus dan Ratu yang sesungguhnya tidak berani mengambil sikap, maka Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, yang kini dipenjara di Lapas Sukamiskin, dan Ratu Atut Chosiyah alias Atut yang kini dipenjara Lapas Wanita Tangerang, akan terus jadi bayang-bayang menakutkan bagi masyarakat Banten. Saya sebagai masyarakat biasa, hanya bisa berdoa, semoga ada orang Banten yang jujur dan berani, memiliki sifat Tubagus dan Ratu, membersihkan Banten dari prilaku koruptif dan primordial.”  (Gol A Gong, rakyat Banten)

Jokowi dan Anies

Dulu saat Pilpres 2014, saya memilih Prabowo, karena tidak mengenal Jokowi. Setelah Jokowi terpilih, saya mendoakan Jokowi agar amanah sambil mencari tahu Jokowi ke Solo. Juga saat tur gempaliterasi GenerasiJaguar di Jawa (Agustus 2017). Bangka (Februari 2018), Borneo (April 2018), dan Sumatra (Juli 2018), saya mencari tahu dan menemukan hasil kerja Jokowi. Tapi jika Jokowi dihadapkan dengan Anies Baswedan, saya memilih tidak akan secara eksplisit mendukung mereka. Keduanya saya kagumi. Lanjutkan membaca