Gong Traveling

Taj Mahal, Penuh Cinta

Dunia ini maha luas. Tapi sejak belum ada pesawat terbang, dengan imajinasinya Jules Verne mengelilingi dunia selama 80 hari (Around The World in 80 Days, 1873) . Sejak kecil saya bercita-cita ingin keliling dunia. Saya lahir tahun 1963, baru 20 negara saya datangi. Sedangkan bersama istri, saya baru mengajaknya ke 9 negara. Saya tahu ini berat, karena saya bukan orang kaya dan banyak hal yang harus saya lakukan, seperti Rumah Dunia. Lanjutkan membaca “Taj Mahal, Penuh Cinta”

Iklan
Gong Traveling

Traveling yang Istimewa

Sejak Senin 14 Januari hingga 16 Januari 2019 , saya berada di Singapura menemani 3 pegawai Balai Bahasa Banjarmasin, 2 ASN Kebumen dan seorang TKI asal Jombang yang bekerja di Malakka. Mereka tidak sekadar jalan-jalan, tapi juga ingin belajar menulis kepada saya.  Lanjutkan membaca “Traveling yang Istimewa”

Gong Traveling

Gong Traveling, Unit Usaha Untuk Rumah Dunia

Gong Traveling adalah lini usaha yang bergerak di biro perjalanan. Ini dimaksudkan untuk mensubsidi operasional dan kegiatan Rumah Dunia. Juga untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan para relawan Rumah Dunia. Setiapo keberangkatan, seorang atau dua relawan diajak jadi tour guide. Kelebihan Gong Travelling adalah tidak sekadar jalan-jalan, tapi sambil menulis. Gol A Gong langsung memberikan pelatihan selama traveling. Biasanya setelah sarapan, di tempat terbuka, atau bahkan sambil traveling ke destinasi setempat, mengenalkan apa itu jurnalistik; mulai dari fakta dan fiksi .Juga tentang tulisan khas (feature). Tulisan saat traveling yang lazim disebut travel writing (catatan perjalanan).  Lanjutkan membaca “Gong Traveling, Unit Usaha Untuk Rumah Dunia”

Gong Traveling

Keliling Dunia Bersama Istri

Aku pernah berjanji kepada istriku akan membawanya keliling dunia, mensyukuri semesta ciptaan-Nya. Aku bukan orang kaya, tapi aku bekerja dan menabung. Allah menciptakan alam raya ini untuk kita. Aku harus bertamu ke negar-negara di dunia ini, bersilaturahmi kepada seluruh umat manusia membawa pesan perdamaian. Alhamdulillah, sudah 8 negara; Singapura, Malaysia, Thailand, India, UEA, Qatar, Arab Saudi, dan Hong Kong. Aku sendiri sudah 20 negara. Di antara kesibukanku bersama relawan Komunitas Rumah Dunia menggelorakan “iqra dan qalam” (membaca dan menulis), semoga Allah SWT memberiku umur panjang, waktu dan rezeki, agar bisa terus menjelajahi bumi ini.