Literasi Keluarga

Mengantar Pulang

Oleh Tias Tatanka

Selalu begini setiap melepas GEE kembali bersekolah ke Abu Dhabi. Liburannya hanya 3 minggu, 20 Desember 2018 – 9 Januari 2018. Ia pulang ke rumah lain yang untuk ke sana tak mudah bahkan jika kami bersayap. Ada jeda yang harus diulur tarik agar emosi stabil lagi. Biasanya bapaknya yang jadi sasaran, sesenggukan di ketiak. Tapi sekarang sudah menerima segala yang berjarak, menjauh atau mendekat. Lanjutkan membaca “Mengantar Pulang”

Iklan
Literasi Keluarga

Orang Tua Macam Apa

Oleh Tias Tatanka

Suatu siang ditanya hubby, “Bagaimana perasaan Mamah punya anak rapper?”
Saya ketawa, “Ya nggak kenapa-napa. Itu salah satu jalan yang ditempuh.”

Saat itu saya berpikir sesuatu yang biasa. Kami orang tua biasa, punya anak biasa, menjalani hidup biasa-biasa saja. Jadi pertanyaan hubby – Gol A Gong (penulis itu…) tidak saya balas panjang lebar. Tapi terasa aneh. Lama saya malah merenungi jawaban sendiri. Hmm, saya yakin pertanyaan hubby itu ada hubungannya dengan GEE, yang 18 Januari 2019 lalu meluncurkan CD Album rap keduanya yang berjudul “50 Derajat Celcius” di Rumah Dunia. Profl GEE juga sudah dua kali muncul di koran Radar Banten.  Lanjutkan membaca “Orang Tua Macam Apa”

Literasi Keluarga

Belajar 3 Dinding, Anak-anak Milik Masa Depan

Cinta kadang membutakan. Tidak hanya antara lelaki dan perempuan saja, yang kemudian berujung di pelaminan. Tapi cinta kita kepada anak-anak kita, buah hati kita. Saking cintanya, kita terlalu melindungi anak-anak. Melarang ini-itu, tidak boleh pergi jauh, harus selalu berada di rumah, berkumpul bersama orang tua. Akibatnya si anak seperti katak dalam tempurung. Konsep pendidikan belajar 3 dinding yang ditawarkan Ki Hajar Dewantoro tidak dikenal secara luas oleh kita. Lanjutkan membaca “Belajar 3 Dinding, Anak-anak Milik Masa Depan”

Literasi Keluarga

Belajarlah Pada Alam

Tahun 2019 ini umur saya 56 tahun, Agustus nanti. Dalam teori generasi (generation theory) yang muncul di Amerika, saya termasuk ke generasi yang mana? Kita tahu, penggolongan generasi mengacu pada tahun kelahiran kita. Hingga kini, mengacu pada demografi, ada lima generasi di dunia yang masih eksis. Generasi pertama adalah Baby Boomer Generationlahir antara 1946-1954. Bapak dan Emakku tidak termasuk, karena mereka lahir antara 1930 – 1940. Pada masa itu terjadi ledakan kelahiran atau banyaknya kelahiran, terutama di Amerika. Generasi ini dikenal akan sikapnya yang menentang nilai-nilai tradisional. Memiliki sifat yang orientasinya pada misi (mission oriented) dan layanan (service oriented), serta mau bekerja ekstra. William Jefferson Clinton tau Bill Clinton sering dikaitkan sebagai generasi baby boom. Clinton adalah Presiden Amerika Serikat ke-42. Ia menjabat dua kali masa jabatan periode 20 Januari 1993 hingga 20 Januari 2001.  Saya termasuk generasi setelahnya, yaitu  Generation Jones yang lahir antara tahun 1955 dan 1965. Dikenal sebagai orang memiliki sifat cemas, tapi  juga menyenangkan. Cenderung tidak menyukai status quo atau hal yang monoton. Itu sebabnya saya termask yang tidak menyukai status quo di Banten, yaitu dinsati yang cenderung primordial. Lanjutkan membaca “Belajarlah Pada Alam”