Museum Literasi Gol A Gong

Sepeda, Mesin Tik, dan Buku

Sepeda ini replika; saya ingin mengenang saat bersepeda dari Singapura –
Kuala Lumpur – Hat Yai – Bangkok selama 50 hari. Sepeda aslinya – Si Master – saya beli pada 1990 seharga R. 1,5 juta. Kemudian saya jual di Bangkok, jika dirupiahkan Rp. 700 ribu. Dan mesin tik ini kubeli Rp. 150.000,- (1988). Uangnya dipinjami Bapak, mesti kucicil 3 kali. Novel Balada Si Roy lahir dari mesin tik ini. Ketika aku mencicil, Bapak menolak.

Iklan
Museum Literasi Gol A Gong

Wisata ke Museum Literasi Gol A Gong

Rabu (13/12). Main ke #museumliterasigolagong di Komunitas Rumah Dunia. Asoy. Banyak memoaribilia Balada Si Roy, masterpiece Gol A Gong (Gong Smash). Banyak juga buku-buku yang ditulis para relawan Rumah Dunia dan para penulis Banten. Tiap sudut rumah banyak buku. Kalo kamu lagi di Banten, mampir saja ke Kp. Ciloang, Komplek Hegar Alam 40, Serang. Gak jauh dari Tol Serang Timur. Terus cari Rumah Dunia, dan berkunjunglah ke #museumliterasigolagong ini. Rasakan aura literasi yang dahsyat. (Ardian Je)

Museum Literasi Gol A Gong

Museum Literasi Gol A Gong di Mata Sang Istri

Semula ini adalah rumah pertama kami. Karena bermaksud pindah ke areal Komunitas Rumah Dunia agar lebih leluasa aksesnya, rumah lama sempat ditawarkan dijual. Belakangan semua merasa sayang, banyak kenangan di sana. Insyaa Allah rumah ini akan dipertahankan. Jadi agar lebih manfaat, kini digunakan untuk museum literasi.

Ada banyak jejak karya mas Gong Smash yang disimpan di sini, pun karya teman-teman penulis di Banten khususnya. Belum semuanya tersimpan memang.

Museum ini masih jauh dari bagus, tak mungkin sempurna. Sebagaimana tangan palsu yang turut disimpan di sana, yang selalu mengingatkan saya menjadi tangan kiri bagi mas Gong.

Bagi yang menyukai petualangan, nama Balada Si Roy mungkin pernah terlintas. Barangkali bisa rendezvous di sini, menyerap semangat dan energi dari kata-kata yang pernah diterakan. (Tias Tatanka)

Museum Literasi Gol A Gong

SDIT Insantama Cilegon

Para siswa SD Insantama Cilegon pada Rabu 22/11/2017 mendapat pelatihan creative writing dari Tias Tatanka di Rumah Dunia. Sekitar 2 jam mereka asik menulis. Setelah itu mereka berwisata literasi ke #museumliterasigolagong di Komplek Hegar Alam, sekitar 100 meter dari Rumah Dunia. Daru Pamungkas memandu mereka menuju museum. Saya senang menerima anak-anak masa depan Banten ini. Mereka antusias. Mereka dengan rasa ingin tahu membuka-buka novel KKPK karya Bella dan berteriak memegangi tangan palsu. Mereka menduga tangan palsu yang digantung di dinding itu tangan kiri asli saya yang diamputasi. Anak lain menjawab,  bahwa itu bukan tangan asli, tapi patung. Anak yang lain lagi menyanggah, merasa yakin itu kulit asli tangan saya. Dan saya tersenyum. Kemudian mereka mendengarkan kisah masa kecil saya ketika jatuh dari pohon.

#Museumliterasigolagong
#menyemangatiuntukmasadepan