Sinetron Puasa

Bulan Juni 2018 ini semua TV swasta sedang siap-siap menayangkan sinetron ramadhan. Sebelum ada novel yang diproduksi jadi sinetron puasa, ini sinetron puasaku tempo dulu, tahun 2002. Sebelum sinetron puasa marak, RCTI jadi pelopor. Novelku yang berjudul “Pada-Mu Aku Bersimpuh” (Mizan) best seller hingga cetakan ke 9 diproduksi Indika Entertainment (2002) jadi sinetron puasa. Tayang di RCTI, Lativi, TPI dan TV 3 Malaysia. Bahkan MUI menyematkan sebagai cerita sinetron puasa terbaik 2002. Dari royalti sinetron inilah, aku bisa membangun pondasi awal Komunitas Rumah Dunia . Sekarang aku mencoba peruntungan baru dengan Fajar Nugros – Susanti Dewi dari Demi Istri Production mengangkat novel ” Balada SiRoy buku “Joe” ke layar lebar. Doakan, ya.

Iklan

Penulis dan Plagiat

Quote dari Ismail Marahimin, bahwa (calon) penulis harus berendah hati, penting kita renungkan. Saya mulai menulis secara profesional – diberi honor – pada usia 17 tahun, di SMAN 1 Serang (1981). Saya menyadari betul, bahwa ada proses panjang sebelum tulisan dihidangkan ke pembaca. Mulai dari riset, mengendapkan, menuliskannya dan merevisinya berkali-kali. Lanjutkan membaca

Becak di Phnom Penh

Saya paling senang menikmati pagi. Saat di Phnom Penh, Minggu 18 Maret 2018, saya bersama istri menelusuri pagi ke Phsar Kandal, Phnom Penh. Saya melihat becak. Tadinya saya pikir hanya ada tuk tuk. Dengan cara begini, kita jadi banyak tahu tentang tempat yang baru kita kunjungi. Tertarik traveling sambil nulis buku bersama Gol A Gong? Agenda ke Bangkok, Angkor Wat dan Kuala Lumpur 18 – 23 Juli 2018. Pendaftaran ditutup 25 Mei . (Gol A Gong)
 

Ruang Belajar di Bioskop

Sejak Januari 2018, di sela-sela traveling, saya kembali menyukai bioskop. Film-film Indonesia yang berhasil saya tonton Dilan, Ayat-ayat cinta 2 , Yowis Ben (nonton di Palembang) dan Benyamin si Biangkerok. Tiga film pertama menghibur. Sedangkan Biangkerok gagal. Penonton terlanjur menganggap, bahwa Biangkerok adalah biografi Benyamin, padahal itu film remake dari film Biangkerok (biang onar) tahun 1970-an. Hanung mencoba menafsir ulang dengan gaya Reza Rahardian yang mellenial. Dilan menembus 6 juta, AAC2 diatas 2 juta, dan Yowis Ben mendekati 1 juta. Sedih juga menyadari Biangkerok tak bertahan lama, belum seminggu sudah menghilang. Begitulah hukum pasar.

Lanjutkan membaca