Korupsi Semakin Meningkat di Negeri Ini

Perang melawan korupsi terus menerus dikibarkan di negeri ini. Baik secara perseorang, lembaga masyarakat, bahkan institusi negara. Adakah perbaikannya? Menurut Liputan6 Siang SCTV, Sabtu (9/12/2017), berdasarkan kasus-kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang 2017, praktik korupsi di Indonesia justru mengalami peningkatan. Parahnya nih, wakil rakyat di DPR atau DPRD banyak melakukan korupsi, disusul gubernur, wali kota dan bupati. Pejabat eselon I, II, dan III rawan korupsi. Kita jangan pernah menyerah melawan korupsi. Setidaknya, bersihkan dulu diri kita masing-masing dari prilaku korupsi. Caranya, transparansi di lembaga yang kita kelola. (gambar internet)

Iklan

Komputer Jangkrik

Jika mengingat masa lalu, terasa benar perjuangan untuk bisa menerbitkan buku. Seleksinya ketat, teruji oleh redaksi yang rata-rata sarjana sastra. Apalagi ketika komputer mulai trend pada 1990, saya masih memakai mesin tik. Sering bagian produksi menyindir saya, “Nanti-nanti setor disket saja. Kalau kertas ketikan begini, mesti ngetik ulang. Capek.” Saya tahu, rata-rata penulis di HAI saat itu, seperti Hilman Lupus dkk sudah memakai komputer. Boim Le Bon yang satu kosan dengan saya di Palmerah Utara dan Gusur Adhikarya juga sudah memiliki komputer. Beberapa penulis dari Yogya saat itu nasbnya sama dengan saya, tiap seperti tiga malam dari kamar kami berlomba berbunyi, “Tak, tik, tuk, tak tik tuk…..  Lanjutkan membaca

Jordy Ingin Juara Dunia Badminton

Jordy Alghifari (13 th) , putra ketiga kami, sedang menyusun mimpinya jadi juara dunia badminton. Mimpi harus setinggi mungkin. Setiap pagi, saya melatih Jordy di GOR Alun-alun kota Serang. Senin 25/12/2017 kemarin, saya melatih Jordy jumping smash. Jika siang di Kurniawan Fortune Badminton Club. Tiada hari tanpa badminton. Jordy pun homeschooling. Sebagai orangtua, kami memfasilitasi keinginannya. Semoga Allah SWT memudahkan segala urusan Jordy ini. Manusia hanya berencana dan berikhtiar, Allah jugalah yang menentukan. Lanjutkan membaca

Jordy dan Badminton

Saya ingin bercerita tentang Jordy Alghifari dan badminton. Kenapa? Jordy anak kami yang ketiga. Lelaki kedua setelah lelaki pertama – Gabriel Firmansyah sekolah di Abu Dhabi. Umur Jordy 13 tahun (lahir 24 Februari 2004). Ketika di kelas 2 SD (2011) pernah saya ajak ke gedung olahraga. Saya mengenalkan Jordy ke permainan badminton. Kami keluarga atlet. Bapakku atlet dan Kepala Sekolah Guru Olah Raga. Dua kakakku pernah jadi juara badminton di Serang, aku juga (juara kedua), adikku juga. Di kota Serang, tahun 1970 – 80, kami cukup disegani di permainan badminton. Prestasi saya di olahraga cacat, juara badminton se-Asia Pasific (1990). Maka, saya berharap dari keempat anak kami, ada seorang saja yang menyukai badminton. Tidak perlu sampai juara, menyukai saja, saya bahagia. Taoi saat itu, Jordy lebih tertarik ke futsal. Lanjutkan membaca