Orakadut

Takut Waras

Oleh Gol A Gong

“Yang paling saya takutkan di dalam hidup ini, saya jadi waras. Untuk sementara, saya bahagia jadi gila,” Orakadut, si gila dari kota Golokali, dalam sebuah seminar yang diikuti oleh orang waras se Kota Golokali.┬áKemudian Orakadut turun dari podium, menghampiri keledainya, pergi meninggalkan ruang seminar, dimana orang-orangnya meletakkan jari telunjuk menyilang di jidat. Lanjutkan membaca “Takut Waras”

Iklan
Orakadut

Patung Kota Golokali

Orakadut, si gila dari kota Golokali, dibuat pusing. Selama 18 tahun dia tinggal di gubuk kardus di kolong jembatan, tiba-tiba hampir setiap saat banyak orang penting datang menggeledah. Mulai dari LSM, seniman, wartawan, pelajar-mahasiswa, ibu-ibu rumahtangga, anggota dewan, kepala dinas, sampai ke pemain bola. Mereka menuduh dia menyembunyikan “jati diri” kota Golokali.

“Kamu pasti menyembunyikannya!” hardik Pak Polisi.
“Menyembunyikan apa?”
“Jati diri!”
“Jati diri apa?”
“Jati diri kita, kota Golokali. Identitas kita!”
“Waduh, orang gila kayak saya, kok, ditanya jati diri!”

Lanjutkan membaca “Patung Kota Golokali”

Orakadut

Sakit Dulu, KTP Dulu?

Pintu rumah kardus dan papan Orakadut – si gila dari kota Golokali – di kolong jembatan digedor orang. Saking kerasnya, pintu dari triplek itu roboh. Orakadut tadinya mau marah, tapi begitu melihat Pak Asman dengan wajah sedih membopong cucunya – Farhan, 4 tahun, justru jadi prihatin.

“Wah, panas!” Orakadut memegangi kening Farhan. “Bawa ke puskesmas!” Orakadut menymbar jas kumalnya. Lalu menarik gerobak dan menyambungkannya ke keledai. Lanjutkan membaca “Sakit Dulu, KTP Dulu?”