Gempa Literasi

Selama ini gempa yang kita kenal adalah gempa tektonik dan vulkanik, yaitu gempa yang menghancurkan peradaban . Lombok belum berlalu, kini Donggala dan Palu menutup September 2018 dengan gempa 7,4 SR. Hidup harus terus diperjuangkan dan berlanjut.

Sejak 2010, saya memberi makna baru pada kata “gempa”, yaitu “Gempa Literasi”, gerakan penyadaran lewat iqra dan qalam. Saya maknai “gempa literasi” adalah gempa yang menghancurkan kebodohan dengan kegiatan :

1. Orasi literasi,
2. Pertunjukkan seni
3. Bedah dan peluncuran buku
4. Bazaar buku
5. Hibah buku
6. Pelatihan
7. Aneka lomba literasi
8. Diskusi.

Gempaliterasi ini sudah disulut sejak 2010 dan mengguncang tidak hanya nusantara, tapi juga Asia. Gorontalo (2012), Singapura, Malaysia, Mekkah (2012), Jeddah (2012), Qatar, Abu Dhabi (2012), Dubai (2012), Frankfurt (2015), Taiwan (2015), Hongkong (2017) Anyer – Panarukan (2014), Se Jawa (Juli-Agustus 2017), Bangka (April 2018), dan se Sumatra (Juli-Agustus 2018), Se-Jawa Timur (Desember 2018) dan terus hingga hayat di kandung badan…

Nah, setiap mengundang saya, insya Allah, saya akan membagikan pengalaman selama di dunia literasi sejak 1988, berupa :

1. Pelatihan Menulis fiksi (prosa dan puisi)
2. Pelatihan Menulis essay
3. Pelatihan Menulis catatan perjalanan (travel writing)
4. Pelatinan Membuat TV Program
5. Diskusi Cara mengelola komunitas Literasi agar berumur panjang
6. Pelatihan Membuat alat peraga literasi (harta karun, alat peraga mendongeng, dan buku cerita bergambar) dari dus bekas untuk guru PAUD/TK
7. Diskusi Literasi keluarga yang Sehat (juga disabilitas)
8. Dikusi Dari Novel Best Seller ke Film

Di  setiap pelatihan, selalu ada pertunjukkan seni dari saya. Biasanya pembacaan dan musikalisasi. Juga hibah buku dalam bentuk doorprize atau kunjungan ke komunitas literasi. Jika tertarik, narahubung Tias Tatanka di 081906311007.

Iklan