Gong Traveling

Taj Mahal, Penuh Cinta

Dunia ini maha luas. Tapi sejak belum ada pesawat terbang, dengan imajinasinya Jules Verne mengelilingi dunia selama 80 hari (Around The World in 80 Days, 1873) . Sejak kecil saya bercita-cita ingin keliling dunia. Saya lahir tahun 1963, baru 20 negara saya datangi. Sedangkan bersama istri, saya baru mengajaknya ke 9 negara. Saya tahu ini berat, karena saya bukan orang kaya dan banyak hal yang harus saya lakukan, seperti Rumah Dunia. Lanjutkan membaca “Taj Mahal, Penuh Cinta”

Iklan
Gong Traveling

Gong Traveling, Unit Usaha Untuk Rumah Dunia

Gong Traveling adalah lini usaha yang bergerak di biro perjalanan. Ini dimaksudkan untuk mensubsidi operasional dan kegiatan Rumah Dunia. Juga untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan para relawan Rumah Dunia. Setiapo keberangkatan, seorang atau dua relawan diajak jadi tour guide. Kelebihan Gong Travelling adalah tidak sekadar jalan-jalan, tapi sambil menulis. Gol A Gong langsung memberikan pelatihan selama traveling. Biasanya setelah sarapan, di tempat terbuka, atau bahkan sambil traveling ke destinasi setempat, mengenalkan apa itu jurnalistik; mulai dari fakta dan fiksi .Juga tentang tulisan khas (feature). Tulisan saat traveling yang lazim disebut travel writing (catatan perjalanan).  Lanjutkan membaca “Gong Traveling, Unit Usaha Untuk Rumah Dunia”

Gong Traveling

Pesan Bapak, “Pergilah dari Rumah…”

Bapak pernah berkata kepadaku, “Jika kamu membuat sesuatu, pasti ingin orang-orang datang dan melihat.” Bapak mencontohkan, misalnya aku melukis, lalu lukisan itu dipamerkan. Tentu aku berharap orang-orang datang ke pameran, menikmati lukisan-lukisanku. Tuhan pun begitu. Tuhan menciptakan semesta raya dengan segala isinya. Tentu Tuhan ingin karyanya dilihat olehku. “Maka, jangan seperti katak dalam tempurung. Bertebaranlah di muka bumi. Di Serang pagi ini hujan. Nah, apakah pada waktu yang sama, di Jakarta atau Bandung, juga hujan? Untuk membuktikannya, kamu harus mendatangi kota itu. Pergilah dari rumah..,” begitu pesan Bapak.

Lanjutkan membaca “Pesan Bapak, “Pergilah dari Rumah…””

Sastra

Traveling dan Puisi “Di Dalam Mesjid”

Setiap saya melakukan perjalanan, menulis puisi adalah peristiwa mahal. Pada 2013, sekitar Mei hingga Juni (51 hari), saya melakukan perjalanan dari Sabang hingga Lampung. Satu buku puisi berjudul “Air Mata Kopi” (berisi 40 sajak) berhasil saya tulis dan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama(2014). Alhamdulillah, buku puisi itu masuk 10 unggulan “Hari Puisi Indonesia 2014”. Salahsatu sajak yang saya tulis adalah “Di Dalam Mesjid”. Bacalah: Lanjutkan membaca “Traveling dan Puisi “Di Dalam Mesjid””