Traveling

Porter

Setiap berpergian, saya upayakan mencari porter. Profesi ini harus kita support, agar mereka tetap bersemangat bekerja. Di bandara Soekarno – Hatta, mereka tidak mau lagi menerima bayaran. Saya paksa juga tidak mau. Itu bagian dari pelayanan bandara, kata mereka. Di beberapa bandara setingkat provinsi masih ada. Mereka sudah menyambut kita di pintu terminal kedatangan. Sisihkan sekitar Rp. 25 ribu – Rp. 50 ribu, mereka akan tersenyum bahagia. Sedangkan di stasiun kereta, seperti Gambir, porter masih ada. Semoga profesi ini tidak hilang. Jika porter kita pertahankan, itu sama dengan kita mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan.

Opini

Kenapa Harus Traveling?

Lelaki harus pergi
tapi juga harus kembali
karena ada yang dikasihi
dan mengasihi
***
Kenapa lelaki harus traveling? Dengan traveling, lelaki belajar tentang:
1. Betapa berharganya rumah
2. Banyak persoalan, jadi kuat.
3. Memaknai arti rindu
4. Arti cinta sesungguhnya
Buktikan sendiri.
(Gol A Gong)

 

Traveling

Gong Traveling, Unit Usaha Untuk Rumah Dunia

Gong Traveling adalah lini usaha yang bergerak di biro perjalanan. Ini dimaksudkan untuk mensubsidi operasional dan kegiatan Rumah Dunia. Juga untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan para relawan Rumah Dunia. Setiapo keberangkatan, seorang atau dua relawan diajak jadi tour guide. Kelebihan Gong Travelling adalah tidak sekadar jalan-jalan, tapi sambil menulis. Gol A Gong langsung memberikan pelatihan selama traveling. Biasanya setelah sarapan, di tempat terbuka, atau bahkan sambil traveling ke destinasi setempat, mengenalkan apa itu jurnalistik; mulai dari fakta dan fiksi .Juga tentang tulisan khas (feature). Tulisan saat traveling yang lazim disebut travel writing (catatan perjalanan).  Lanjutkan membaca “Gong Traveling, Unit Usaha Untuk Rumah Dunia”

Traveling

Passport, Traveling dan Menulis

Saya pernah membaca tulisan “Passport” karya Rhenald Kasali. Di tulisan itu RK menyarankan, agar anak muda Indonesia memiliki passport dan berkelana ke mancanegara. Hingga hari ini saya masih suka traveling, walaupun sifatnya memberi semangat kepada anak-anak muda, terutama keempat anak saya.

Lanjutkan membaca “Passport, Traveling dan Menulis”